
Papua – Kepolisian Daerah Papua terus memperkuat pendekatan humanis dalam menjaga keamanan sekaligus mendukung peningkatan kesejahteraan masyarakat melalui Operasi Rasaka Cartenz 2026. Hal tersebut disampaikan dalam dialog interaktif program Polisi Menyapa yang disiarkan langsung dari Stasiun LPP RRI Jayapura, Kamis (12/03/2026).

Dialog yang dipandu oleh presenter Arul Firmansyah tersebut menghadirkan Kabid Humas Polda Papua selaku Kaopsda Operasi Rasaka Cartenz, Kombes Pol. Cahyo Sukarnito, S.I.K., M.K.P, serta Akademisi Universitas Cenderawasih, Jackson Yumame, S.IP., MPA (p) sebagai narasumber.
Dalam kesempatan tersebut, Kombes Pol. Cahyo Sukarnito menjelaskan bahwa Operasi Rasaka Cartenz 2026 merupakan operasi kepolisian yang dilaksanakan selama 297 hari, mulai 10 Maret hingga 31 Desember 2026, dengan wilayah operasi meliputi Kota Jayapura, Kabupaten Jayapura, Kabupaten Jayawijaya, Kabupaten Lanny Jaya, Kabupaten Yahukimo, Kabupaten Nduga, dan Kabupaten Pegunungan Bintang.
Menurutnya, operasi ini merupakan bagian dari upaya pemeliharaan keamanan dan ketertiban masyarakat dengan mengedepankan kegiatan pre-emptive dan preventive melalui program Bimas Noken, sehingga situasi kamtibmas di wilayah Papua tetap aman dan kondusif.
“Operasi ini menggunakan pendekatan kemanusiaan atau soft approach. Jadi tidak hanya berfokus pada aspek keamanan, tetapi juga mendukung pembangunan masyarakat, khususnya di bidang pendidikan, kesehatan, dan kesejahteraan,” ujar Kombes Pol. Cahyo Sukarnito.
Ia menjelaskan, dalam bidang pendidikan personel yang terlibat dalam Operasi Rasaka Cartenz turut membantu kegiatan belajar mengajar bagi anak-anak yang masih mengalami kendala calistung (membaca, menulis, dan berhitung). Sebanyak 135 personel diterjunkan di tujuh wilayah operasi untuk menjangkau 42 sekolah.
Selain itu, personel juga memberikan edukasi kepada generasi muda mengenai penggunaan media digital secara bijak agar tidak mudah terpengaruh oleh hoaks, ujaran kebencian, maupun provokasi di media sosial.
Sementara di bidang kesehatan, tim dari Bid Dokkes Polda Papua dan Rumah Sakit Bhayangkara memberikan pelayanan kesehatan gratis, sosialisasi kesehatan, serta melakukan home visit kepada masyarakat yang membutuhkan pemeriksaan medis.
Tidak hanya itu, Operasi Rasaka Cartenz juga menyentuh sektor pemberdayaan masyarakat, seperti pendampingan di bidang pertanian, peternakan, dan perikanan guna membantu meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Dari perspektif akademisi, Jackson Yumame menilai pendekatan yang dilakukan dalam Operasi Rasaka Cartenz merupakan langkah positif karena menggabungkan aspek keamanan dengan pendekatan sosial yang melibatkan berbagai pihak.
“Persoalan pendidikan, kesehatan, dan kesejahteraan tidak bisa ditangani oleh satu institusi saja. Diperlukan kerja sama antara pemerintah, aparat keamanan, akademisi, organisasi masyarakat, dan lembaga adat. Hal yang paling penting adalah membangun kepercayaan publik,” ungkapnya.
Ia juga menambahkan bahwa evaluasi dampak program pembangunan biasanya membutuhkan waktu yang cukup panjang, sekitar 5 hingga 7 tahun, sehingga keberlanjutan program menjadi faktor penting agar manfaatnya benar-benar dirasakan oleh masyarakat.
Dalam dialog tersebut, masyarakat juga diberi kesempatan untuk berinteraksi secara langsung melalui sambungan telepon. Salah satu penelpon menyampaikan apresiasi kepada kepolisian atas pelaksanaan Operasi Rasaka Cartenz yang dinilai telah memberikan rasa aman serta membantu pelayanan kesehatan bagi masyarakat.
Menanggapi hal tersebut, Kombes Pol. Cahyo Sukarnito menyampaikan bahwa Polda Papua terus berupaya mengedepankan pendekatan yang menghormati kearifan lokal dan budaya masyarakat Papua, termasuk melalui kebijakan rekrutmen anggota Polri dengan komposisi 70 persen putra asli Papua dan 30 persen dari luar Papua.
Langkah tersebut diambil agar anggota Polri yang bertugas di daerah dapat memahami bahasa, budaya, serta karakter masyarakat setempat sehingga pendekatan kepada masyarakat dapat berjalan lebih efektif.
Selain itu, Polda Papua juga telah menjalin kerja sama dengan Universitas Cenderawasih melalui penandatanganan nota kesepahaman (MoU) untuk membangun pusat studi kepolisian yang diharapkan dapat mendukung penelitian serta evaluasi program kepolisian di Papua secara akademis.
Menutup dialog, Kombes Pol. Cahyo Sukarnito mengajak seluruh masyarakat Papua untuk bersama-sama mendukung pelaksanaan Operasi Rasaka Cartenz demi terciptanya keamanan dan kesejahteraan bersama.
“Papua adalah milik kita bersama. Karena itu, keamanan dan kedamaian harus kita jaga secara bersama-sama demi masa depan masyarakat Papua yang lebih baik,” tutupnya.(rd)


Tidak ada komentar