Polda Papua Gelar Anev Harian Operasi Ketupat Cartenz 2026, Tekankan Sinergi dan Pelayanan Humanis

Redaksi
14 Mar 2026 12:30
Polda 0 5
3 menit membaca

Papua – Polda Papua melaksanakan kegiatan Analisa dan Evaluasi (Anev) harian pelaksanaan Operasi Ketupat Cartenz 2026 yang digelar secara daring dan luring di Aula Command Center Mako Polda Lama Papua, Sabtu (14/3/2026). Kegiatan ini dilaksanakan sebagai upaya untuk menganalisa serta mengevaluasi pelaksanaan tugas operasi di jajaran Polda Papua agar berjalan efektif, terarah, dan sesuai dengan kebijakan yang telah ditetapkan.

Kegiatan Anev tersebut dipimpin oleh Wakasatgasopsda Operasi Ketupat Cartenz 2026, Kombes Pol Sondang Richman Daniel Siagian, S.I.K., dan diikuti oleh Kapusdalopsda, para Kasatgas Operasi, Kaminops, Kaposko, para Karendalopsres, serta operator yang terlibat dalam pelaksanaan operasi.

Dalam arahannya, Wakasatgasopsda menegaskan bahwa pola pelaksanaan operasi yang diterapkan saat ini memungkinkan adanya pengawasan dan intervensi dari posko pusat terhadap wilayah guna memastikan pelaksanaan operasi berjalan dengan pola dan arah yang sama.

Ia menjelaskan bahwa kebijakan tersebut merupakan instruksi dari Mabes Polri agar pelaksanaan operasi tidak berjalan sendiri-sendiri di setiap wilayah, melainkan berada dalam satu kendali yang terintegrasi.

“Posko pusat saat ini memiliki kewenangan untuk melakukan intervensi terhadap wilayah, bukan dalam konteks anggaran, tetapi dalam hal pengawasan, pengingat, serta koreksi terhadap dinamika pelaksanaan operasi. Dengan pola ini diharapkan mulai dari tingkat pusat hingga wilayah memiliki arah dan suara yang sama dalam pelaksanaan operasi,” ujar Kombes Pol Sondang.

Ia juga menambahkan bahwa pola pengawasan tersebut dapat diterapkan hingga ke tingkat wilayah, dimana Polda dapat melakukan pengawasan terhadap Polres jajaran dalam hal koreksi pelaksanaan tugas, mekanisme pelaporan, serta penyampaian informasi yang perlu segera ditindaklanjuti oleh wilayah.

Lebih lanjut, ia menekankan bahwa Operasi Ketupat Cartenz 2026 merupakan operasi yang bersifat kemanusiaan, sehingga seluruh personel diminta untuk mengedepankan pelayanan kepada masyarakat, khususnya dalam memberikan rasa aman dan nyaman bagi masyarakat yang menjalankan ibadah maupun merayakan Hari Raya Idul Fitri.

“Operasi ini merupakan bentuk pelayanan Polri kepada masyarakat. Oleh karena itu setiap pos operasi harus memasang himbauan kepada masyarakat sebagai bentuk edukasi serta pelayanan selama bulan suci Ramadhan dan menjelang Hari Raya Idul Fitri,” jelasnya.

Dalam kesempatan tersebut, ia juga menyoroti pentingnya sosialisasi layanan darurat Call Center 110 kepada masyarakat sebagai salah satu upaya meningkatkan kepercayaan publik terhadap Polri.

“Saya meminta kepada seluruh personel di lapangan, khususnya personel patroli Samapta maupun yang bertugas di pos-pos operasi, agar aktif menyampaikan kepada masyarakat bahwa Polri memiliki layanan darurat 110 yang dapat digunakan untuk melaporkan kejadian secara cepat. Layanan ini sangat penting untuk memperkuat kehadiran Polri dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat,” tegasnya.

Selain itu, Wakasatgasopsda juga menekankan pentingnya aspek pelaporan dalam pelaksanaan operasi. Menurutnya, seluruh kegiatan yang dilaksanakan di lapangan harus tercatat dalam sistem pelaporan, karena laporan tersebut menjadi dasar evaluasi dalam pelaksanaan operasi di tingkat pusat.

Ia meminta kepada para perwira di wilayah untuk memastikan operator di masing-masing satuan tugas telah ditentukan secara jelas serta memiliki surat perintah sehingga setiap kegiatan yang dilaksanakan dapat segera diinput dalam sistem pelaporan operasi.

“Sebanyak apapun kegiatan yang kita laksanakan di lapangan tidak akan terlihat apabila tidak dituangkan dalam laporan. Oleh karena itu saya meminta para perwira dan senior di wilayah untuk secara rutin mengecek anggota, memastikan mereka telah membuat laporan kegiatan dan menginput data dalam aplikasi pelaporan,” ujarnya.

Kegiatan Anev harian ini diharapkan dapat meningkatkan koordinasi serta efektivitas pelaksanaan Operasi Ketupat Cartenz 2026 di wilayah Papua, sehingga pengamanan serta pelayanan kepada masyarakat dapat berjalan optimal selama periode Ramadhan hingga perayaan Idul Fitri.(rd)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

x
x