
Papua — Satuan Tugas Daerah (Satgasda) Pangan Provinsi Papua melakukan pemantauan terhadap kios atau toko pangan pengendali inflasi di wilayah Distrik Oksibil, Kabupaten Pegunungan Bintang. Kegiatan ini bertujuan untuk memantau ketersediaan serta perkembangan harga bahan kebutuhan pokok di daerah tersebut.

Berdasarkan laporan yang disampaikan, terdapat empat kios atau outlet toko pangan yang berfungsi sebagai pengendali inflasi di Kabupaten Pegunungan Bintang. Seluruh kios tersebut berlokasi di Jalan PKT, Distrik Oksibil.
Dari hasil pemantauan di lapangan, sejumlah komoditas pangan mengalami kenaikan harga. Kenaikan tersebut disebabkan oleh tingginya biaya distribusi barang yang harus diangkut melalui transportasi udara menuju wilayah Pegunungan Bintang.
Untuk komoditas beras premium, harga tercatat mencapai Rp40.000 per kilogram. Sementara itu, minyak goreng merek Minyakita dijual dengan harga Rp45.000 per liter.
Komoditas gula juga mengalami kenaikan harga dengan gula kiloan dijual sekitar Rp40.000 per kilogram. Pada komoditas daging, harga ayam potong mencapai Rp60.000 per kilogram, sedangkan daging sapi segar tercatat Rp195.000 per kilogram.
Kenaikan harga juga terjadi pada komoditas telur ayam lokal yang dijual dengan harga Rp115.000 per rak. Untuk komoditas bawang, bawang merah dijual dengan harga Rp100.000 per kilogram, sedangkan bawang putih mencapai Rp90.000 per kilogram.
Selain itu, harga cabai keriting juga terpantau cukup tinggi, yakni sekitar Rp120.000 per kilogram.
Kios pengendali inflasi tersebut berada di bawah pengelolaan Kamaruddin selaku penanggung jawab dengan Nomor Induk Berusaha (NIB) 198302202009091001.
Pemantauan ini dilakukan sebagai bagian dari upaya Satgas Pangan dalam mengawasi stabilitas harga serta memastikan ketersediaan bahan pokok bagi masyarakat di wilayah Pegunungan Bintang, khususnya di Distrik Oksibil yang memiliki tantangan distribusi logistik akibat kondisi geografis. Dokumentasi kegiatan turut dilampirkan dalam laporan tersebut.(rd)


Tidak ada komentar