Satreskrim Polres Keerom Lakukan Monitoring Harga Bahan Pokok, Pasokan Umumnya Stabil

Redaksi
12 Mar 2026 16:01
Polres 0 7
3 menit membaca

Papua — Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Keerom melaksanakan kegiatan monitoring dan pengecekan harga bahan pokok di wilayah Kabupaten Keerom, Papua. Kegiatan tersebut dilaksanakan pada Rabu (11/3/2026) pukul 08.00 WIT hingga Kamis (12/3/2026) pukul 08.00 WIT sebagai bagian dari upaya pengawasan stabilitas harga dan ketersediaan bahan kebutuhan pokok di tengah masyarakat.

Kasat Reskrim Polres Keerom dalam laporannya kepada Direktur Reserse Kriminal Khusus (Dirreskrimsus) Polda Papua menyampaikan bahwa secara umum pasokan bahan pokok di wilayah Kabupaten Keerom masih dalam kondisi cukup dan relatif stabil.

Berdasarkan hasil monitoring di lapangan, harga beras terpantau stabil tanpa adanya kenaikan. Harga beras Bulog tercatat Rp10.000 per kilogram, beras curah Rp16.000 per kilogram, beras medium Rp15.500 per kilogram, beras premium Rp16.800 per kilogram, beras merah Rp15.000 per kilogram, ketan hitam Rp30.000 per kilogram, dan ketan putih Rp18.000 per kilogram.

Sementara itu, untuk komoditas minyak goreng juga terpantau stabil dengan pasokan yang mencukupi. Berbagai merek minyak goreng ukuran satu liter dijual dengan harga berkisar Rp23.000 hingga Rp24.000, sedangkan ukuran dua liter berkisar Rp40.000 hingga Rp48.000. Untuk kemasan lima liter dijual dengan harga antara Rp100.000 hingga Rp115.000.

Komoditas gula juga dilaporkan memiliki pasokan yang cukup, dengan harga gula kiloan sekitar Rp20.000 per kilogram dan gula kemasan merek Gulaku Rp18.000 per kilogram. Tepung terigu dijual dengan harga antara Rp14.000 hingga Rp15.000 per kilogram untuk berbagai merek yang beredar di pasaran.

Selain itu, harga garam beryodium merek Cap Kapal tercatat Rp3.000 untuk kemasan 250 gram dan Rp5.000 untuk kemasan 500 gram. Untuk komoditas susu kaleng, merek Bendera dijual dengan harga Rp14.000 per kaleng, sedangkan Carnation Rp13.000 per kaleng.

Pada komoditas daging, harga daging sapi segar tercatat Rp140.000 per kilogram. Sementara itu, harga ayam potong mengalami kenaikan dari sebelumnya Rp35.000 menjadi Rp45.000 per kilogram, sedangkan harga ayam per ekor berkisar antara Rp60.000 hingga Rp65.000.

Untuk komoditas telur, telur ayam Makassar dijual sekitar Rp68.000 per rak, sedangkan telur ayam lokal sekitar Rp70.000 per rak. Harga bawang merah dan bawang putih masing-masing tercatat Rp45.000 per kilogram, sementara bawang bombay Rp35.000 per kilogram.

Komoditas cabai juga terpantau tersedia dengan harga cabai rawit sekitar Rp80.000 per kilogram dan cabai keriting atau cabai Padang sekitar Rp60.000 per kilogram. Sementara itu, harga kacang-kacangan seperti kacang hijau Rp35.000 per kilogram, kacang tanah Rp34.000 per kilogram, kacang merah Rp50.000 per kilogram, dan kacang kedelai Rp45.000 per kilogram.

Untuk komoditas mi instan, harga satu karton mi merek Mie Sedap Soto tercatat Rp112.000, Mie Sedap Goreng Rp116.000, dan Indomie Rp118.000.

Secara keseluruhan, hasil monitoring menunjukkan bahwa ketersediaan bahan kebutuhan pokok di wilayah Kabupaten Keerom masih mencukupi dan sebagian besar harga relatif stabil, meskipun terdapat sedikit kenaikan pada komoditas ayam potong. Kegiatan monitoring ini dilakukan sebagai bentuk pengawasan guna memastikan stabilitas pasokan dan harga bahan pokok bagi masyarakat.(rd)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

x
x